Kondisi ini berbeda sekali dengan 45 tahun yang lalu (tahun 1967), ketika 75 orang Veteran Kemerdekaan RI mulai membuka lahan di desa Pamijahan, Gunung Sari, Bogor dalam sebuah proyek "Pertanian Veteran dan Demobilisasi RI". dimana ketika itu, Kawasan yang saat ini begitu indah, ternyata awalnya merupakan hutan belantara yang masih sangat lebat. Diperlukan usaha keras selama kurang lebih 25 tahun untuk membuka jalan akses menembus hutan (awalnya berupa jalan batu), berliku mengikuti struktur tanah, menghindari jurang, berpuluh tanjakan dan turunan, sehingga sampai sekarang berubah menjadi kawasan yang indah dan mempesona. begitulah cerita dari seorang pelaku sejarah "H. Daden Amir Hamzah", generasi kedua dari 75 orang Veteran Kemerdekaan RI yang membuka lahan garapan tersebut.
Meskipun hanya mendengar kisah yang disampaikan oleh H. Daden, tetapi angan dan perasaan ini seolah terbawa pada suatu hari dimana ke 75 orang veteran kemerdekaan RI, bekerja keras bahu-membahu, menebang pohon, membersihkan belukar, mengangkat batu-batu dan menyusunya menjadi jalan setapak menembus hutan belantara. sehingga atas perjuangan mereka, saat ini kita bisa menyaksikan keindahan kawasan wisata GSE (Gunung Salak Endah).
Bersyukur atas karunia Allah, yang telah mempertemukan ane dengan seorang "pelaku" sejarah generasi awal pembuka lahan Gunung Salak Endah, sehingga hikmah dan ide penulisan catatan blog ini mengalir dengan lancarnya. karena sesungguhnya banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari berbagai peristiwa yang ada disekitar kita, seandainya kita jeli dalam melihat berbagai peristiwa tersebut.
Demikianlah, sunatullah berjalan, dibutuhkan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dari generasi awal (assabiqunal awwalun) untuk merentas jalan bagi terwujudnya sesuatu. yang bisa jadi puluhan tahun berikutnya baru terasa hasil dan manfaatnya.. mungkin hal inilah yang menjadikan mereka "generasi awal" memiliki nilai lebih dibandingkan dengan generasi selanjutnya, yang hadir sekedar melanjutkan atau malahan menikmati hasil dari usaha keras para pendahulunya.
Tahun 1997, merupakan awal dirintisnya kembali kekhalifahan islam. sejarah mencatat sejak tahun 1924, umat islam telah kehilangan wadah pemersatu umat sedunia/kekhalifahan islam. hal inilah yang menjadi pangkal dari berbagai macam problematika ummat yang muncul belakangan ini. Umat islam saat ini berada pada kondisi terpecahbelah, sehingga secara umum umat islam berada dalam kondisi yang lemah dan tertindas. Apresiasi yang sebesar-besarnya (dibuktikan dengan bergabung dan mendukung), atas ijtihad dari "Ust. Abdul Qodir Hasan Baraja'" yang memprakarsai usaha penegakan kembali kekhalifahan islam dengan memaklumatkan kembali terbentuknya kekhalifahan islam "khilafatul muslimin".
Berbagai macam reaksi dari ummat atas berita ini, ada yang langsung setuju dan memberikan dukunganya, ada yang menanggapinya biasa saja, ada yang kritis bertanya (dalm diskusi), tapi tidak segera memberikan dukunganya, ada yang menuntut kontribusi ideal dari sebuah kekhalifahan islam atas berbagai persoalan ummat, ada yang keras menentang, ada juga yang acuh tak acuh, seolah masalah "persatuan ummat" adalah satu masalah yang biasa saja.. begitulah realita ummat islam saat ini, ummat yang telah terbiasa dengan perpecahan dan ketertindasan.
Apapun reaksi ummat yang ada tidaklah menjadi persoalan, yang pastinya, bendera kekhalifahan telah dikibarkan. di depan kita (warga kekhalifahan islam "khilafatul muslimin") telah terbentang medan jihad yang sangat luas.. karena islam itu syamil mutakammil, meliputi berbagai bidang kehidupan, tugas kita (warga kekhalifahan islam "khilafatul muslimin") adalah menjembatani antara realita ummat yang ada (dengan berbagai kondisinya) dengan kondisi ideal tegaknya aturan Allah dimuka bumi ini sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam Al Qur'an.. tentunya dalam wadah al jama'ah.
Di usia kekhalifahan islam yang masih muda ini (15 th) dibutuhkan kerja keras dan sungguh2, sehingga insyaallah atas ijin dari Allah, apa yang kita cita-citakan bersama akan segera terwujud.. sebagaimana generasi awal para sahabat Rasulullah dahulu. "kontribusi bilal bin rabah dengan segengam kurma di awal masa kenabian, lebih tinggi nilainya disisi Allah daripada berdinar-dinar infak umat islam pasca futuh mekah" maka cukup satu taujih rabbani dari Allah dalam QS : At taubah : 105
wallahu'alam
Gunung Salak Endah,Meskipun hanya mendengar kisah yang disampaikan oleh H. Daden, tetapi angan dan perasaan ini seolah terbawa pada suatu hari dimana ke 75 orang veteran kemerdekaan RI, bekerja keras bahu-membahu, menebang pohon, membersihkan belukar, mengangkat batu-batu dan menyusunya menjadi jalan setapak menembus hutan belantara. sehingga atas perjuangan mereka, saat ini kita bisa menyaksikan keindahan kawasan wisata GSE (Gunung Salak Endah).
Bersyukur atas karunia Allah, yang telah mempertemukan ane dengan seorang "pelaku" sejarah generasi awal pembuka lahan Gunung Salak Endah, sehingga hikmah dan ide penulisan catatan blog ini mengalir dengan lancarnya. karena sesungguhnya banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari berbagai peristiwa yang ada disekitar kita, seandainya kita jeli dalam melihat berbagai peristiwa tersebut.
Demikianlah, sunatullah berjalan, dibutuhkan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dari generasi awal (assabiqunal awwalun) untuk merentas jalan bagi terwujudnya sesuatu. yang bisa jadi puluhan tahun berikutnya baru terasa hasil dan manfaatnya.. mungkin hal inilah yang menjadikan mereka "generasi awal" memiliki nilai lebih dibandingkan dengan generasi selanjutnya, yang hadir sekedar melanjutkan atau malahan menikmati hasil dari usaha keras para pendahulunya.
Tahun 1997, merupakan awal dirintisnya kembali kekhalifahan islam. sejarah mencatat sejak tahun 1924, umat islam telah kehilangan wadah pemersatu umat sedunia/kekhalifahan islam. hal inilah yang menjadi pangkal dari berbagai macam problematika ummat yang muncul belakangan ini. Umat islam saat ini berada pada kondisi terpecahbelah, sehingga secara umum umat islam berada dalam kondisi yang lemah dan tertindas. Apresiasi yang sebesar-besarnya (dibuktikan dengan bergabung dan mendukung), atas ijtihad dari "Ust. Abdul Qodir Hasan Baraja'" yang memprakarsai usaha penegakan kembali kekhalifahan islam dengan memaklumatkan kembali terbentuknya kekhalifahan islam "khilafatul muslimin".
Berbagai macam reaksi dari ummat atas berita ini, ada yang langsung setuju dan memberikan dukunganya, ada yang menanggapinya biasa saja, ada yang kritis bertanya (dalm diskusi), tapi tidak segera memberikan dukunganya, ada yang menuntut kontribusi ideal dari sebuah kekhalifahan islam atas berbagai persoalan ummat, ada yang keras menentang, ada juga yang acuh tak acuh, seolah masalah "persatuan ummat" adalah satu masalah yang biasa saja.. begitulah realita ummat islam saat ini, ummat yang telah terbiasa dengan perpecahan dan ketertindasan.
Apapun reaksi ummat yang ada tidaklah menjadi persoalan, yang pastinya, bendera kekhalifahan telah dikibarkan. di depan kita (warga kekhalifahan islam "khilafatul muslimin") telah terbentang medan jihad yang sangat luas.. karena islam itu syamil mutakammil, meliputi berbagai bidang kehidupan, tugas kita (warga kekhalifahan islam "khilafatul muslimin") adalah menjembatani antara realita ummat yang ada (dengan berbagai kondisinya) dengan kondisi ideal tegaknya aturan Allah dimuka bumi ini sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam Al Qur'an.. tentunya dalam wadah al jama'ah.
Di usia kekhalifahan islam yang masih muda ini (15 th) dibutuhkan kerja keras dan sungguh2, sehingga insyaallah atas ijin dari Allah, apa yang kita cita-citakan bersama akan segera terwujud.. sebagaimana generasi awal para sahabat Rasulullah dahulu. "kontribusi bilal bin rabah dengan segengam kurma di awal masa kenabian, lebih tinggi nilainya disisi Allah daripada berdinar-dinar infak umat islam pasca futuh mekah" maka cukup satu taujih rabbani dari Allah dalam QS : At taubah : 105
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

wallahu'alam
Sabtu - Ahad (17-18 Maret 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar