Selasa, 20 Agustus 2019

BENDERA TAUHID dan PERSOALAN KAUM MUSLIMIN


Nama UUS SUKMANA tiba tiba menjadi tenar, setelah sebelumnya Polisi menetapkan dia sebagai tersangka dalam kasus pengibaran Bendera Tauhid di Garut. Tidak lama kemudian bermunculan tulisan2, gambar dan meme dari warganet yang membully dan mengolok-olok pak Polisi terkait dengan kesimpulannya yang aneh serta metodologi-nya dalam menetapkan UUS sebagai tersangka. Bahkan kemudian sampai ada meme yang menyimpulkan dalam hal ini TUHAN bisa ditetapkan sebagai tersangka, sebab kalau TUHAN tidak menciptakan UUS, tentu tidak akan terjadi pembakaran bendera ini.
Akan tetapi tulisan ini tidak bermaksud untuk menambah daftar olok-olok dan bully-an terhadap kerja Pak Polisi, hanya sekedar memberikan inspirasi (hikmah)terhadap kasus pembakaran bendera tauhid di Garut. Yang mana saya memiliki keyakinan, bahwa kejadian ini tidak mungkin terlepas dari adanya Kehendak Allah SWT.
Kasus Pembakaran Bendera tauhid, dan kasus-kasus penistaan agama, ataupun kriminalisasi dan persekusi terhadap ulama, sesungguhnya adalah persoalan IZZAH / Harga diri kaum Muslimin. Sangat miris dan prihatin dengan kondisi hari ini, Islam dan kaum Muslimin, seolah tidak lagi memiliki WIBAWA, IZZAH, KEMULIAAN, HARGA DIRI dan KEHORMATAN. Ini adalah titik terendah yang dimiliki kaum muslimin dalam perjalanan sejarah sejak diutusnya Rasulullah Muhammad SAW sampai dengan hari ini. Hanya bisa sedih dan nelangsa saja. Bahkan banyak kemudian diantara kaum muslimin yang menutup mata dan seolah tidak peduli dengan persoaalan ini.
Terinspirasi dari cara dan argumentasi Pak Polisi dalam menetapkan UUS sebagai tersangka, dan juga dengan banyaknya MEME yang beredar dari Warganet, maka Kaum muslimin harus sampai pada kesimpulan, apa AKAR PERSOALAN dari kondisi umat hari ini. ??
Singkat cerita, akar persoalanya adalah karena KAUM MUSLIMIN tidak BERSATU dalam satu kepemimpinan, akan tetapi BERPECAH BELAH dalam banyak kelompok dan Golongan. Kalaupun kaum muslimin bersatu, maka persatuanya hanya dalam tataran teknis saja, misalnya melakukan AKSI BERSAMA, setelah itu kembali kepada kelompoknya masing2, padahal persoalan PERSATUAN, ia adalah Kewajiban yang telah MUTLAK, sedangkan persoalan PERPECAHAN adalah keharaman yang telah MUTLAK juga.. Bagaimana kemudian respon kaum muslimin terhadap persoalan ini, hal ini-lah yang akan menentukan IZZAH dan HARGA DIRI Islam dan kaum Muslimin..
Dimanakah tempat BERSATU-nya kaum Muslimin ??, dalam Wadah apa ??, Bagaimana memulainya ?? Siapa yang memiliki hak untuk memimpin ??, Bagaimana hubungan dengan Pemerintah Indonesia yang saat ini telah eksis??, bukankah yang terpenting hari ini kita berada dalam AQIDAH yang sama??, atau juga yang penting kita memiliki tujuan yang sama??, dan masih banyak persoalan lain yang mesti dijawab dengan CLEAR oleh kaum muslimin hari ini..
Untuk itu, kami mengundang seluruh kaum Muslimin, dimanapun berada untuk bisa silaturahim di perwakilan khilafatul muslimin terdekat, atau bisa langsung datang ke kantor pusat khilafatul muslimin, teluk betung, Bandar Lampung. Insya Allah akan ada titik terang dari semua persoalan ini..

Salam.

Informasi
081380770389 – Wuri Handoyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar