Kamis, 15 Agustus 2019

Surga milik KHILAFATUL MUSLIMIN ??

Terus... yang masuk surga, hanya anggota Khilafatul Muslimin begitu??, pertanyaan tajam dan sangat tiba-tiba itu serta merta menghentikan kalimatku ketika menyampaikan kewajiban bersatu dan keharaman berpecah belah atas umat islam, di syawal 1437H tahun ini. 
Dalam keterkejutan sesaat, setelah mendapatkan pertanyaan tak terduga itu, aku terinspirasi untuk membacakan firman Allah di QS 2:25.. “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan beramal sholeh, bahwa bagi mereka disediakan surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai...”, maka dengan tanpa menyanggah ataupun mengiyakan pertanyaan tersebut, aku sampaikan “Yang masuk surganya Allah adalah mereka yang ber-iman dan ber-amal sholeh". Adapun “KHILAFATUL MUSLIMIN” adalah respon jujur dan spontan yang diberikan oleh “iman” yang dimiliki seseorang, ketika sampai kepada mereka kewajiban bersatu dan keharaman berpecah belah atas umat islam”. “Atau mungkin antum punya usulan lain, dimana bersatunya umat islam selain dalam sistem khilafah-nya kaum muslimin/Khilafatul Muslimin ??” jawabku tenang, “Ya.. tapi kan, KHILAFATUL MUSLIMIN, belum diakui oleh seluruh kaum muslimin di Dunia”, sanggahnya. “Ya betul itu.. dan antum termasuk salah satu yang belum mengakuinya, akan tetapi ana, berdasarkan keilmuan dan pemahaman ana terhadap petunjuk Al Qur’an, telah mengakui dan menyakini kebenarannya”. Jawabku cepat. (dialog masih berlanjut, akan tetapi untuk kepentingan penulisan agar tetap fokus pada tema, cerita dialog ini ana potong disini.. afwan)
Siapapun kita, pasti sangat mendambakan surga-nya Allah SWT. Sebagai sebuah ilustrasi, ketika ada ribuan orang sedang berkumpul, kemudian disampaikan kepada mereka, siapa saja yang ingin masuk surga, tunjuk tangan.!!, semua orang yang hadir, bisa dipastikan tunjuk tangan, kecuali mereka yang benar-benar bodoh, atau mereka yang sedang bermain-main dan bersendau gurau. Akan tetapi klaim bahwa surganya Allah merupakan monopoli jama’ah tertentu, jelas sebuah pernyataan arogan tanpa dasar.
Selanjutnya, dalam konteks dialog antar harokah islam/organisasi islam, seringkali kesan bahwa surga-Nya Allah menjadi monopoli satu jama’ah tertentu, MUNCUL mengiringi berbagai macam argumentasi yang disampaikan. Bahkan bagi mereka yang telah “fanatik” terhadap jama’ah tertentu, akan berani membuat sebuah klaim, bahwa surga hanya bagi kelompoknya saja. Yang lain tidak berhak mendapatkanya. Wallahu’alam pertanyaan yang ana terima, sebagaimana tertulis di awal tulisan ini, apakah memang muncul karena kesan yang timbul ketika ana berargumentasi tentang KHILAFATUL MUSLIMIN, atau sekedar Psi-War (Perang psikologi), ingin menjatuhkan mental lawan bicara sebagaimana yang sering dilakukan dalam sebuah diskusi dan dialog. Akan tetapi, bagi ana, apapun motifasi yang ada dalam pertanyaan tersebut, paling tidak ana mendapatkan ilmu baru tentang mereka-mereka yang berhak mendapatkan surgaNya Allah.
Pernyataan/klaim masuk surga hanya bagi kelompok-nya saja, ternyata telah terjadi sejak zaman dahulu. Orang-orang Yahudi berkata, “Sekali-kali tidak akan masuk surga, kecuali orang yahudi”. Pun demikian orang-orang Nasrani juga membuat statement “Sekali-kali tidak akan masuk surga, kecuali orang Nasrani”. Maka Argumentasi Al Qur’an bagi pernyataan yang mereka bikin cukup simple. “Katakankanlah, tunjukan bukti kebenaranmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (lihat QS Al Baqarah : 111). Yang lebih menggelikan lagi, mereka (Yahudi dan Nasrani) kemudian saling berbantahan, bahwa masing-masing pihak menuduh pihak lain tidak memiliki dasar/hujah/pegangan. Padahal mereka sama-sama membaca Al kitab (lihat QS Al Baqarah ; 113). Maha benar Allah dengan segala FirmanNya, silahkan antum lihat realitas dialog antar harokah Islam hari ini, terlebih di dunia maya, betapa karakter ahli kitab, telah tampak begitu nyata.
“Bukan demikian, Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat ihsan, maka baginya pahala disisi Rabb-Nya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak pula bersedih hati” (Qs Al Baqarah:112). Disini Al Qur’an menegaskan tentang prinsip pemberian balasan berdasarkan amal perbuatan tanpa mengenal keberpihakan kepada satu umat atau golongan tertentu. Hanya Islam dan Ihsan serta Iman dan Amal yang menjadi ukuran, bukan Nama dan Label. Meskipun mungkin Nama / Label kelompok-nya ada tersebut dalam salah satu ayat Al Qur’an ataupun Hadist Rasulullah SAW. Jangan pernah merasa aman, seolah telah mendapatkan jaminan surga hanya karena telah mengikuti suatu jama’ah tertentu. Karena surga bukan monopoli sebuah jama’ah. Tetaplah berusaha maksimal untuk jujur, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, serta berbuat dan beramal berdasarkan tuntunan tentunya. Penuhilah kriteria Allah yang telah disebutkan dalam Ayat yang telah ditulis diatas.
Adapun KHILAFATUL MUSLIMIN adalah ‘Respon Jujur dan Spontan’ yang diberikan oleh “IMAN” yang dimiliki oleh seseorang, ketika sampai kepadanya kewajiban bersatu dan keharaman berpecah belah atas umat islam. Seperti tumbuhan ‘putri malu’, Ketika ia merasakan adanya sentuhan, ia akan segera memberikan respon dengan menguncupkan daunnya. Bukan hanya disentuh, bahkan ketika angin bertiup cukup kencang menerpa ke arahnya, sensitifitasnya terhadap lingkungan sekitar akan memerintahkan daunnya untuk segera menguncup. Fitrah penciptaannya, tidak memungkinkan baginya untuk mengelak seraya mengatakan ‘aku tidak merasakan sentuhan, ngapain harus menguncupkan daun’. Ah sudahlah.. Mungkin pernyataan ini sangat subjektif. Tapi begitulah aku..
Oh ya.. tambahan satu lagi... ada argumentasi Al Qur’an yang sangat telak disampaikan kepada Orang-orang yahudi, ketika mereka membuat statment kalau surga hanya khusus untuk orang-orang yahudi. Tidak untuk manusia yang lain. Silahkan buka di QS Al Baqarah : 94. Bagaimana dengan antum semua ?? silahkan jawab sendiri dengan jujur.. Wallahu’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar